Translate

Rabu, 29 Januari 2014

Koting- Sayonara



Temu – Pisah  :  Sayonara


    Karya misi di Koting – Maumere dimulai 22 Tahun yang lalu dengan kehadiran seorang perintis, Sr. Aloisia Dal Bo, CSV.




    Pada tgl 26 Januari 2014 Umat  Paroki St. F. Xaverius,  yang  selama ini dilayani, diperhatikan, ditolong mengadakan sebuah pesta perpisahan/perutusan.






Sr. Aloisia  dihormati!

   " Pergilah, wartakanlah kabar sukacita. Bawalah Wajah Yesus agar umat Kupang, kota karang, gersang pula diterangi oleh cahaya Sang Wajah"
" Engkaulah Gembalaku...  Engkau membaringkan aku di padang yang hijau.." 
( Mazmur 23 )




Sabtu, 18 Januari 2014

Koting : Anak Sekami bersemangat



         SEKAMI KOTING TETAP  
                                  BERGIAT “

Iman anak dan remaja missioner perlu dibimbing dan diperhatikan dengan penuh cinta oleh berbagai pihak melalui berbagai macam bentuk kegiatan, baik melalui pendalaman iman dengan membaca dan merenungkan Kitab Suci, perayaan-perayaan Liturgi gereja yang melibatkan anak sebagai misdinar, koor, lektor serta petugas-petugas lainnya  ataupun kegiatan-kegiatan pengembangan bakat dan kemampuan, kebersamaan dan persaudaraan, gerak dan lagu maupun rekreasi hidup yang menumbuhkan rasa percaya diri dan solidaritas antara sesama.
Sekami dan sekami remaja paroki St.Fransiskus Xaverius Koting- Keuskupan Maumere, telah melaksanakan berbagai bentuk kegiatan untuk pendalaman iman, pengembangan bakat dan kemampuan, menanamkan rasa cinta dan persaudaraan serta rasa solidaritas antara sesama. Kebersamaan dan persaudaraan tetap dipupuk melalui berbagai bentuk kegiatan yang melibatkan anak secara langsung dan nyata. Pada tahun ini, sesuai dengan program kerja seksi KKI paroki, kami menjalankan berbagai bentuk kegiatan, diantaranya, kegiatan yang bersifat
 rohani, yang meliputi : pendalaman Kitab Suci setiap hari Minggu bagi sekami dan sekami remaja, dan bagi sekami remaja ditambah dengan hari Jumat sore untuk shering Kitab Suci serta latihan lagu dan gerak, natalan bersama yang terjadi pada Minggu, 26 Desember 2013. Pada acara natalan bersama anak membawakan atraksi-atraksi hiburan selain itu yang paling mengesankan adalah mereka membawakan drama kisah kelahiran Tuhan Yesus. Luar biasa anak-anak missioner....selain itu juga menanggung semua petugas liturgi pada perayaan Ekaristi Minggu Anak Missioner yang ke 171 atau Minggu penampakan Tuhan,  dalam perayaan itu mereka mengenaka busana kelima benua, ada yang memegang bintang, ada yang berperan sebagai tiga Raja. Sungguh indah dan mengagungkan melihat penampilan anak-anak yang begitu percaya diri dan meyakinkan bahwa mereka adalah sungguh-sungguh anak missioner jaman ini, yang berani untuk menjadi misionaris cilik bagi sesamanya.
   .Disamping kegiatan rohani ada juga kegiatan jasmani yakni rekreasi bersama yang terjadi pada Minggu tanggal 12 Januari 2014 yang bertepatan dengan perayaan Pembabtisan Tuhan. Pada acara rekreasi, diisi  dengan acara, doa bersama, gerak dan lagu, lawak atau lelucon hiburan, lomba joget, dan berbagai macam kegiatan lain yang sungguh menggembirakan...
Seluruh kegiatan yang dijalankan oleh sekami dan sekami remaja merupakan pelaksanaan program kerja seksi KKI paroki dan program kerja tahunan komunitas suster Wajah Kudus
Koting, sehingga seluruh kegiatan ini, dikoordinir langsung oleh ketua KKI Paroki Sr.Imakulata Wea,CSV bersama para suster Wajah Kudus serta animator dan animatris yang begitu giat mendampingi anak-anak.
Semangat kami takkan pudar karena kami berkeinginan agar anak dan remaja di paroki Koting sungguh menjadi baik dan memiliki iman yang kuat kokoh agar mereka  menjadi misionaris-misionaris yang dapat menghantar semua orang kepada kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan.
SEKAMI DAN SEKAMI REMAJA PAROKI KOTING.... BERGIAT.....BERSEMANGATLAH......MAJULAH TERUS JADILAH ANAK MISIONER YANG SEJATI..
Tapi jangan lupa ya.....semangat SEKAMI...” 2D2K = Doa, Derma, Kurban dan Kesaksian......Yes....

                                                                                                                             Sr.Emiliana Sepe, CSV
                



Sabtu, 11 Januari 2014

Yesus dibaptis


 



Markus 3:13-17

Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?" Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepada Yohanes pembaptis: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanes pun menuruti-Nya.

Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Ku-kasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

 


Tuhan Yesus Kristus Dibaptis

Kamis, 02 Januari 2014

Suster Wajah Kudus belajar berkomunikasi dan berbagi pengalam

FUNGSI KOMUNIKASI
1.  KONTROL
Berusaha bersikap rendah hati, peka, hati-hati dan bertanggung jawab dalam laksanakan tugas, melakukan tugas dengan sepenuh hati, terbantu untuk bisa membatasi diri, tidak menunda-nunda tugas/pekerjaan, berkomunikasi dengan pimpinan sebagai pihak yang bertanggung jawab, kepercayaan dari kongregasi dilaksanakan dengan senang hati, kontrol diri dalam bertindak-bersikap-bertutur kata, tugas/karya terkoordinasi dengan baik dengan pimpinan termasuk bila ada hal-hal mendesak, mendengarkan sebelum menanggapi (berbicara dan bertindak) menyangkut tugas dan kepercayaan yang diberikan agar tetap terarah sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan.
Kesulitan/hambatan: menghadapi situasi baru, karakter berbeda dari orang yang dilayani, kadang alami kesulitan untuk melebur/bersosialisasi dengan orang lain, kadang lebih perhatikan tugas pribadi dari pada komunitas.

2.  INFORMASI
Menyimak kembali ilmu yang diperoleh (membaca) untuk mengembangkan tugas/kepercayaan/tanggung jawab, memperoleh informasi dari yang bertanggung jawab agar dapat melaksanakan, saling bagi informasi dan masukan-masukan sesama anggota komunitas yang menambah pengetahuan yang berkaitan dengan tanggung jawab, diperkaya oleh informasi (pastoral, tugas-tugas, dll) dari teman-teman, informasi lewat sarana komunikasi yang ada merangsang kreativitas dalam diri, informasi yang diperoleh lewat sarana komunikasi mendorong pengembangan bakat dan potensi pribadi, wawasan tentang tugas, dunia umumnya, kehidupan rohani dan kongregasi, membagi juga informasi yang diperoleh kepada anggota komunitas sebagai kesempatan belajar, tambah wawasan dan pengetahuan
Kesulitan: bila tidak ada informasi, bisa membingungkan; kurang siap menerima masukan, terbatasnya sarana untuk tugas-tugas tertentu (buku-buku, internet), informasi belum secara memadai untuk diakses, karena kemudahan memperoleh informasi lewat media komunikasi yang canggih kadang menimbulkan ‘mental enak’.
3.  MOTIVASI
Sarana komunikasi yang ada (hp) membantu memperlancar tugas/kegiatan ingin membagi dari diri (sesuai kemampuan), punya semangat dan daya juang tinggi untuk melakukan tugas, ada kemauan dan perjuangan dari dalam diri untuk laksanakan tugas, mengembangkan rasa percaya diri, terima tanggung jawab sebagai rahmat, makin rasa memiliki komunitas, terbinanya persaudaraan, tetap semangat dalam jalankan tugas, motivasi diri tetap berkobar dalam melayani sesama (teristimewa yang menderita).
Hambatan: saat ditolak untuk melakukan/meminta sesuatu, kurang kerja sama, kadang timbul rasa putus asa, letih bila situasi/hal yang kurang mendukung, jenuh, rasa kurang mampu, kurang percaya diri, takut/kurang berani, agak malas, kadang beda pendapat/persepsi menimbulkan ketidakcocokan.
4.  EKSPRESI
Tampilkan diri apa adanya, dorongan dari dalam diri untuk terbuka dan jujur, dengan membagi pengalaman merasa diteguhkan, mau bagi pengalaman keberhasilan dengan yang lain; kesempatan untuk koreksi/perbaiki diri, mendapat sms yang meneguhkan, telpon teman-teman, berbagi kesulitan/pengalaman stress dengan rekan sekomunitas, bahagia/sukacita bisa jalankan tugas dengan baik, mengungkapkan rasa syukur dan memohon kekuatan dalam doa, meminta masukan dari rekan sekomunitas agar tetap mau berjuang untuk diri juga sesama/ orang lain yang  sedang dalam kesulitan/ada persoalan, ada kesempatan untuk bermenung diri, dorongan dan semangat yang ditumbuhkan oleh rekan sekomunitas lewat teguran dan nasihat yang meneguhkan, merasa diterima satu sama lain, ada perhatian dan teguran persaudaraan.