Translate

Selasa, 24 Juni 2014

Cahaya Wajah Yesus








TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; 
 TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan 
  memberi engkau kasih karunia; 
 TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera".
      ( Bil.6,24-26) 

Kitab Suci  selalu menunjukkan bahwa berkat adalah kekuatan hidup, energi yang datang dari atas, masuk dalam diri orang dan menyuburkan  hati-hati agar mereka mampu menerima karunia Allah dan menghasilkan buah.
Demikian jadi dengan berkat pertama dari semua berkat: Allah memberkati mereka dengan mengatakan, "berbuah dan berkembang biak".
Setiap saat, kasih belas kasihan Allah mencapai kita dengan kreativitas dan menurunkan berkat-Nya atas diri kita yang agar hidup kita menjadi subur oleh kasih-Nya, dijaga dan diterangi oleh kemegahan Wajah-Nya.

Beata Maria Pia Mastena menulis demikian: " Semoga Tuhan tersenyum bagi kita, mengajarkan kita untuk menyambut senyum-Nya dan membuat kita menjadi pria dan wanita yang memiliki wajah tersenyum, mampu memantulkan cahaya Wajah-Nya di setiap sudut bumi".
 Inilah berkat yang Pendiri suster-suster Wajah Kudus mengajar dan mewariskan dalam karisma : "Apabila sesama sedih, menderita suster-suster wajib mengembalikan serta berusaha agar WajahNya  tersenyum.. 
Inilah misi kita yaitu membuat Wajah Yesus tersenyum dalam waiah-wajah sesama kita".


Cahaya Iman:  "Aku datang sebagai cahaya ke dalam dunia, supaya setiap orang yang percaya pada saya mungkin tidak tetap dalam kegelapan" (Yoh 12:46).
Allah  mengatakan 'Biarkan cahaya bersinar keluar dari kegelapan,' telah bersinar dalam hati kita" 
(2 Kor 4:6). 

Sebuah cahaya untuk dipulihkan


..."Cahaya iman adalah unik, karena mampu menerangi setiap aspek eksistensi manusia. Sebuah lampu ini kuat tidak bisa datang dari diri kita sendiri tetapi dari sumber yang lebih primordial: dalam kata, itu harus datang dari Allah. Iman yang lahir dari perjumpaan dengan Allah yang hidup yang memanggil kita dan mengungkapkan cinta-Nya, cinta yang mendahului kita dan di mana kita dapat bersandar untuk keamanan dan untuk membangun kehidupan kita.."
( Lumen Fidei )




Kamis, 19 Juni 2014

Peringatan Liturgis Beata Maria Pia Mastena 27 Juni 2014

" Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadaMu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah daripadaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKupun ringan" (Mat. 11,28-31)



 




Hati Yesus dalam hidup Beata Maria Pia

Dengan merenungkan Sabda, kita ditakjubkan oleh intuisi dari para kudus yang tahu meresapi Misteri Cinta Ilahi bukan karena studi yang mereka buat melainkan karena mereka telah menanggapi tawaran rahmat Allah. Dengan mengikuti jejak Beata Mastena, kita disadarkan bahwa devosi kepada Hati Yesus selain telah berakar dalam dirinya, juga berbeda dengan devosi-devosi lainnya karena merupakan dasar biblis dan menjadi pusat iman kristen; yaitu Hati Allah, cinta kasih-Nya yang besar kepada manusia yang tampak jelas dalam diri Kristus. Kasih Allah yang dinyatakan dalam diri Kristus ini adalah juga merupakan jantung dari Karisma kita. Dari sini, kita memahami bahwa hidup dan karya dari Beata kita mengungkapkan suatu "pulang-pergi" yang terus menerus kepada sumber cinta, yaitu Hati Kudus Yesus untuk menjadikan dirinya sendiri cinta, anugerah, memiliki hati yang berkobar dan meluap-luap oleh karena kerinduan untuk selalu mencintai dengan lebih baik. Di antara semua refleksinya tentang Hati Kudus Yesus, kita melihat gambaran Wajah Yesus yang menampakkan cinta Bapa. Membaca beberapa tulisan Beata Maria Pia  tentang Hati Kudus Yesus, saya melihat pancaran Karisma yang terkandung dalam kerinduannya untuk mewartakan, berkarya, dan menghibur.

"Saya ingin agar setiap suku kata yang keluar dari mulutku adalah satu undangan yang mengajak jiwa-jiwa untuk datang menyembah, memuliakan, dan mencintai Hati Yesusku yang terkasih". Tanpa berniat untuk memaksakan keinginannya, saya merasa bahwa kerinduan Beata Mastena sama dengan kerinduan untuk menyebarkan gambaran Yesus yang manis sampai ke pelosok dunia. Dan saya juga melihat satu kerinduan untuk menyilih yang terdapat dalam kalimat: "Saya ingin agar setiap karya yang saya lakukan dengan tangan saya ini, menjadi satu karya terus-menerus di seputar Hati Yesusku yang termanis. Dengan tangan yang satu, saya akan menghalangi dosa manusia yang melukaiNya, sedang dengan tangan lainnya, saya akan membentuk satu mahkota bunga dengan penuh cinta sebagai ganti mahkota duri". Dan untuk menyimpulkannya, ada juga kerinduannya untuk memulihkan dalam karyanya yang menghibur: ".... Dengan tahu menjadi Penasihat Hati IlahiNya yang penuh kasih dan tahu menyenangkan HatiNya, betapa banyaknya sukacita terdalam .... Beranilah! Selalu setia, selalu rasul, demi Wajah Kudus Yesus!". Ikatan antara Hati dan Wajah Yesus menyatakan lagi kepada kita bahwa dalam Yesus, ada satu kesatuan yang sempurna. Dengan mengomentari gerak tangan dari Beata di seputar Hati Yesus, Prof. Nicola Gori menarik kesimpulan yang sama ini: Hati dan Wajah sangat melekat erat dalam diri Yesus dan dalam hati Maria Pia.

"Setiap karya yang akan saya kerjakan dengan tangan ini .......". Kita menemukan dalam pikiran Madre inti dari panggilannya, yaitu menjadi pekerja yang tekun dan teliti dalam merawat dan menyembah Hati Yesus. Dia sendiri menjelaskan kepada kita bahwa yang diperlukan di sini adalah kedua tangannya sendiri, namun susah payahnya untuk bekerja serta ketekunannya  ini adalah untuk menggenapi suatu karya yang sifatnya abadi. Karya dari Beata ini memiliki dua sisi yang sama: yang pertama adalah kemampuan serta kekuatannya untuk membela dari hal-hal negatif (menghalangi), dan yang kedua adalah membangun (membentuk). Tindakannya dalam membela dan membangun ini sangat berhubungan erat; merupakan dua aspek dari satu intensi yang sama, yaitu mencintai. Madre Maria Pia ingin melaksanakan suatu "pekerjaan yang berkelanjutan", mendalam, tanpa batas. Ia ingin menggenapkan suatu pelayanan yang siap sedia menyerahkan dukungan penuh bagi Yesus.

Madre Mastena mengenakan pakaian seorang pekerja yang mampu, agar dengan ketekunannya setiap hari dapat menjauhkan Hati Yesus dari "dosa manusia" yang bisa melukainya. Namun dalam wakktu yang sama, ia ingin mengganti mahkota duri yang mengelilingi hati Yesus ini dengan satu mahkota baru yang dibuat oleh tangannya sendiri, satu mahkota yang berupa "rangkaian bunga". "Mahkota bunga ini digunakan sebagai ungkapan devosi, kasih sayang, kelembutan hati, syukur, berkat. Tindakannya menanggalkan mahkota duri ini untuk dirinya sendiri merupakan karya pengurbanannya yang penuh cinta sebagai ganti dari kelemahan manusiawi dan kelemahan roh, di hadapan satu cinta yang besar yang dirasakan Maria Pia sejak masa kecilnya. Hati Kudus sangat berkaitan erat dengan Wajah yang dengan bermahkota duri, ia akan mengalami penderitaan yang sama serta penebusan yang sama, dan yang kepadanya Maria Pia akan mencurahkan semua rasa cintanya. Mencintai berarti menghadirkan diri secara konkrit di hadapan penderitaan sesama, untuk mendalami ikatan antara antara darah dan kengerian sebagai meterai dari pengorbanan Kristus. Namun di dalam ini terdapat penebusan dan keselamatan bagi siapa saja yang meneruskan pesan heroik dan dramatis ini.

Beata kita telah hidup tersembunyi dalam Hati Yesus, sambil bekerja dengan tangannya, dengan perasaannya,  dan dengan kasih sayang dalam hatinya untuk mendedikasikan diri secara total kepada Allah dan kepada sesama saudara dengan penuh cinta dan pengertian demi mambangun hati manusia seturut Hati Yesus. Cinta dan semangatnya menunjukkan jalan kepada kita supaya kita dapat tiba pada kesatuan kekal dengan Allah dan tiba pada pemberian diri yang total untuk menghibur sesama yang tergores wajahnya dan yang terluka hatinya. Untuk itu, kita perlu meminta setiap hari kepada Tuhan agar kita dianugerahi hati yang sama seperti HatiNya.
Semoga Hati Terkudus Maria membimbing langkah kita sehingga setiap hari kehendak Allah digenapi dalam diri dan hidup kita masing-masing. Semoga Beata Maria Pia membantu kita dalam menjalankan amanatnya: "Di dalam hati kalian, haruslah dibuat satu taman pilihan, di mana Yesus, Sang Pengantin menemukan kesejukan. Semoga tanah gembur dan berpupuk adalah kerendahan hati. Semakin kalian merendahkan diri dalam kesahajaan dan kehinaan, kalian akan semakin berkenan pada Sang Tukang Kebun Ilahi" Dengan penuh kasih sayang, saya ucapkan Selamat Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus ditemani oleh Beata Maria Pia Mastena!



Madre  Annalisa Galli



Jumat, 30 Mei 2014

Novena Roh Kudus


Bersama Bunda Maria, Para rasul  kita mohon karunia Roh Kudus dan  damai bagi seluruh dunia




DOA PEMBUKAAN (selama 9 hari)

Tanda Salib
Datanglah Roh Kudus, penuhilah hati umatMu dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu. Utuslah RohMu maka semuanya akan dijadikan lagi, dan Engkau akan membaharui muka bumi.



HARI PERTAMA (KASIH)
“Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih” (1Yoh 4:8)

Ya Roh Kudus, sumber segala kasih, kebaikan, kebenaran dan kesucian. Engkau telah dianugerahkan Bapa dan Putra kepada kami, umatMu. Aku bersyukur atas kehadiranMu dalam diriku. Semoga segala anugerah yang Engkau curahkan dapat kutebarkan, membawa keharuman kasih dalam sikap dan tindakanku. Sempga juga kehadiranMu berupa Roh Kasih membawa kesegarand alam hidupku. Semoga aku dapat memancarkan kasihMu itu, sehingga orang-orang yang berjumpa denganku mengalami kasihMu yang tanpa syarat.

HARI KEDUA (SUKACITA)
“Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu” (Neh 8:11b)

Ya Roh Kudus, Engkau telah dicurahkan ke dalam hidup kami, umatMu sebagai pribadi dengan rahmat sukacita. Semoga Engkau senantiasa mendampingi, membimbing dan mengarahkan hidupku, sehingga suasana hatiku penuh kegembiraan, dan segala langkahku dapat berjalan seturut dengan kehendakMu. Limpahilah aku selalu dengan buah-buah RohMu, sehingga aku dapat membawa dan menularkan sukacita itu bagi orang-orang di sekitarku.

HARI KETIGA (DAMAI SEJAHTERA)
“Yang hatinya teguh Kau jagai dengan damai sejahtera, sebab kepadaMu-lah ia percaya” (Yes 26:3)

Ya Roh Kudus, Pembawa damai sejahtera, Pemersatu bagi yang tercerai-berai, penuhilah hatiku yang kadang merintih sedih. Pancarkanlah dalam hatiku suatu kebaikan, kegembiraan, sukacita dan damai sejahtera. Tolonglah aku agar tetap setiamembenamkan diri ke dalam kehangatan kasih setiaMu. Semoga karunia damai sejahteraMu membuat hatiku lebih lembut dan membawa damai bagi sesamaku.

HARI KEEMPAT (KESABARAN)
“Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan” (Amsal 14:29)

Ya Roh Kudus, jadikanlah aku umatMu yang dimerdekakan daya kuasaMu dan dipenuhi dengan Roh Kesabaran. Kuatkanlah aku dalam kelemahanku, sehingga aku dapat mewartakan kebaikan Allah dengan penuh kasih dan sukacita, Kobarkan nyala api RohMu agar aku tidak terbelengu oleh dosa-dosaku, jauhkan aku dari segala tipu daya roh jahat yang mendatangkan maut. Semoga kesabaranMu senantiasa menuntun aku untuk dapat menahan diri, selalu sabar, tidak cepat marah dan membawaku bertobat.

HARI KELIMA (KEMURAHAN HARI)
“Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri (Amsal 11:17)

Ya Roh Kudus, Jiwa kehidupan kami dan Roh yang jaya, berilah aku Roh Kemurahan yang berguna bagi hidupku. Dengan rahmat itu jadikanlah aku semakins etia, penuh kasih, tulus, ramah terhadap orang lain dan bertekun dalam membangun pengharapan dan persaudaraan di antara kami seturut kehendakMu. Rahmatilah aku dengan anugerahMu yang tanpa batas untuk selalu berbelarasa, sehingga hidupku menjadi subur dan menghasilkan buah-buah RohMu.

HARI KEENAM (KEBAIKAN)
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang disurga” (Mat 5:16)

Ya Roh Kudus, biarkanlah sinar kebenaran, keadilan dan kescian serta kemurnian terus menerus menguatkan hidupku dalam mengadapi saat-saat sulit. Curahkanlah karunia Roh KebaikanMu. Biarkanlah sumber terang kebenaran, kemurahan, dan kebaikanMu, senantiasa membimbing dan memimpin hidupku, agar hidupku selalu diperbaharui kembali dengan daya Kuasa RohMu untuk selalu melakukan pekerjaan baik dan amal kasih.

HARI KETUJUH (KESETIAAN)
“Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu” (Matius 25:21)

Ya Roh Kudus, berikanlah kepadaku semangat persaudaraan yang mendalam. Curahkanlah kembali Roh Kesetiaan, ketulusan dan kebijaksanaan sebagai kekuatan utama hidupku. Terimalah penyerahan diriku padaMu. Penuhilah budiku dengan kasih yang sejati, kemurnian cinta, dan kesetiaan yang tulus, sehingga aku dapat semakin menintaiMu dan sesamaku.

HARI KEDELAPAN (KELEMAH-LEMBUTAN)
“Berbahagialah orang yanng lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi” (Matius 5:5)

Ya Roh Kudus, perbaharuilah keajaiban-keajaibanMu pada hari ini. Datanglah kembali suatu Pentakosta baru. Buatlah kami para anggota GerejaMu agar selalu bersatu hati, bertekun dalam doa bersama Maria, Bunda Gereja. Naungilah GerejaMu dalam hidup berbangsa dan bernegara, agar kami anggotanya semakin mampu menjadi warga negara yang berbelarasa, rendah hati, bersahabat, dan bersaudara dengan siapa saja. Curahkanlah Roh kelemah-lembutan dalam diriku, agar aku menjadi semakin ramah dan murah hati pada mereka yang hidup bersamaku.

HARI KESEMBILAN (PENGUASAAN DIRI)
“Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup” (Roma 8:13)

Ya Roh Kudus, Engkau yang mengajar kami dan menerangi hati umatMu dengan terang IlahiMu. Berilah aku Roh penguasaan diri dalam segala sesuatu, agar semakin setia mengikuti PutraMu. Buatlah diriku menjadi orang yang selalu bijaksana, berbelas kasih dan membawa damai, sehingga hidupku semakin menjadi berkat bagi dunia, Gereja dan masyarakat.

DOA PENUTUP (selama 9 hari)
Ya Allah, Bapa yang Maha Kudus, aku bersyukur kepadaMu, karena Novena Roh Kudus ini. Kabulkanlah doa permohonanku dalam Novena ini (...sebutkan permohonan...). Semoga hidupku selalu memancarkan buah-buah Roh KudusMu itu: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan hati, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, dan penguasaan diri. Buatlah aku agar semakin beriman dan berbela rasa. Bantulah aku agar lebih terlibat dalam membangun persaudaraan dan pelayanan kasih yang berkobar-kobar. Semoga Roh persaudaraan makin terwujud dalam persekutuan kasih persaudaraan Gereja, dan kami yang Kau persatukan mejadi saudara/i satu sama lain. Dan semoga GerejaMu dimampukan untuk menghadirkan datangnya Kerajaan Penyelamatan Ilahi di muka bumi ini serta menumbuhkan Kerajaan Ilahi, Kerajaan Cinta, Kebenaran, Keadilan, dan Damai. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

Doa Bapa Kami
Do Salam Maria (3x)
Kemuliaan
Terpujilah
(Imprimatur : Vikjen KAJ, Yohanes Subagyo, Pr

Kamis, 29 Mei 2014

Kemuliaan



                     Sebelum aku dimuliakan dalam kemuliaan kekal, inilah anak-Ku yang  Ku-warisan bagimu. Engkau menderita demi cinta-Ku dan cinta akan memahkotaimu.  Tangisan akan lewat dan kebahagiaan abadi akan menjadi kehidupanmu.
 Nantikanlah pengantin-Mu dan hidup dalam dunia ini sampai Aku menghendakinya dan kemudian engkau tinggal bersama Aku untuk menyembah dan memuliakan Aku dalam Surga.
( Beata M.Pia Mastena )