"Wajah-Mu kucari ya Tuhan, janganlah Kau sembunyikan Wajah-Mu daripadaku" (MZM 27,8-9).
Translate
Sabtu, 20 April 2013
Pesan Bapa Suci untuk Hari Doa Panggilan Sedunia ke-49
Jumat, 19 April 2013
Wajah-Mu kucari
Berziarah mencari
Wajah Yesus
Hatiku mengikuti firman-Mu: Carilah
wajah-Ku maka wajah-Mu kucari, ya
Tuhan. (Sal 27,8)
wajah-Ku maka wajah-Mu kucari, ya
Tuhan. (Sal 27,8)
Wajah Yesus mengingatkan kita bahwa kita di panggil Tuhan dan hasrat kita sebagai orang beriman adalah melihatNya, serta memadukan pandangan kita dengan Tuhan yang bangkit, sebagai balasan cinta. Kita diundang untuk memandang pada ikon/gambar tersebut
Kepada kaum religius, Benediktus XVI mengatakan demikian: "Kamu semua telah dihadirkan sebagai simbol peziarahan, yang dalam Tahun Iman mengungkapkan lebih yakin pengakuanmu akan Gereja, untuk mengakui imanmu dan memperbaharui penyerahan dirimu kepada Allah. Pada tempat pertama saya mengajak kamu untuk memperdalami iman yang menerangi panggilanmu. Saya menasihatkanmu untuk mengenangkan kembali ziarah batin, "sebagai cinta pertama" dimana Tuhan Yesus Kristus telah menghangatkan hatimu, bukan sebatas nostalgia, tetapi untuk membakar semangatmu. Karena itu penting tinga bersamaNya dalam keheningan sambil menyembahNya, dan dengan demikian ada kehendak dan kebahagiaan untuk berbagi hidup, pilihan, ketaatan iman, sukacita kemiskinan, cinta yang mendasar....
Berawal dari cinta pertama kamu mampu meninggalkan segalanya untuk tingal bersama-Nya dan menjadi seperti Dia yakni melayani Allah dan sesama (lih. Apost. VC 1) ... Akhirnya, saya mengundang kamu untuk memperbaharui imanmu yang menghantarmu menjadi seorang peziarah iman menuju masa depan. Pada hakekatnya hidup bakti adalah ziarah dalam Roh, dalam mencari satu Wajah yang kelihatan dan tidak kelihatan: "Tuhan, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam"(Mzm 26,8). Hendaklah ini menjadi suatu kerinduan dalam hatimu, yang menjadi persyaratan dasar dan mengarahkan perjalananmu, baik dalam kehidupan biasa setiap hari maupun disaat hendak mengambil keputusan penting. "(Benediktus XVI, 2013/02/02)
Senin, 01 April 2013
Berlarilah !
Mereka
berlari bersama
Dalam hidup ada satu pacuan
yang tidak mungkin hilang
begitu saja
karena ia mendekatkan dirimu pada arti dari segala
sesuatu.
Bukanlah satu pacuan tunggal, karena bersama
denganmu ada
juga orang lain yang berlari dengan maksud dan
tujuan yang
sama dengan dirimu.
Hendaknya berlari bersama supaya kamu tidak merasa
sendirian.
Rasakanlah bahwa berlari bersama menyatukan wajah
orang -orang yang tidak takut
mencari, wajah orang - orang yang
mendamba. Wajah - wajah
yang berpacu mungkin terlaluskeptis, tapi mereka
membiarkan diri untuk ditarik olehkesejukan dan kerinduan
dari orang - orang yang akan
dijumpai, yang mengundang
mereka untuk tidak terlalu mencintai "istirahat"
Di pagi Paskah itu, semua berlari;
berlari untuk mencari tanda - tanda kehidupan,
untuk menemukan tempat di mana Sang Hidup berdiam,
karena inilah hidup .....
Maka marilah kita berlari bersama untuk menjumpai
Yesus,
menjumpai Misteri
Paskah-Nya, yang adalah pusat iman kita.
Orang yang berlari bersama
akan memperhatikan langkah kaki
sesamanya, belajar untuk
mengenal langkah kaki sesamanya,
bersukacita bersama siapa saja yang berada di
sekelilingnya.
Orang yang berlari bersama akan dapat membagikan
kesusahan serta sukacita karena telah menemukan
Sang Hidup Yang Benar.
Puisi batu
PUISI BATU
Mengapa
hatiku telah berubah jadi batu
Mengapa
telingaku juga berubah jadi batu
Mengapa
mataku pun telah berubah jadi batu
Mengapa
rasaku membatu
Tanpa ada sedikit
haru
Untuk waktu
Yang lama
ditunggu
Luka….
Berdarah….
Menoreh
jiwa
Mengoyak
luka
Dalam
amarah
Menerbangkan
semua rasa
Entah kemana
Tuhan..,
Apakah ini
salah…? (Mince Hamzah)
Minggu, 31 Maret 2013
Selamat Hari Raya Paska
Kristus telah wafat dan bangkit hanya satu kali dan untuk semua orang tetapi kuasa kebangkitan
– inilah bagian dari perbudakan kejahatan
- harus dilaksanakan pada setiap saat di ruang konkret kehidupan kita, setiap
hari. Berapa banyak gurun pasir manusia masih harus lewati. Terutama gurun pasir yang ada di
dalam dirinya ketika ia tidak memiliki kasih Allah untuk sesama. Namun rahmat Allah dapat menghihas
dengan bunga lahanyang kering dapat memulihkan
menghidupkan tulang kering. "(Papa Francesco)
Kamis, 14 Februari 2013
Suster Wajah Kudus - Kupang
KUPANG
PAUD MARIA PIA
Maria Pia adalah sebuah nama yang
harum dan menawan nama dari seorang ibu yang melahirkan cinta dan
perhatian yang tulus bagi anak- anak pencinta Sang Wajah Kudus Yesus. Maria Pia
sungguh sangat dikenang dalam seluruh
kehidupan anak- anaknya karena kesaksian kasihnya yang rela memberi dari
kesederhanaan dan kekurangannya. Ia memberikan sampai titik penghabisan. Karena
itu nama Maria Pia perlu di abadikan dalam kehidupan para penerusnya agar nama
itu tidak lenyap ditelan kesibukan dan hiruk pikuknya dunia. Selain itu juga
agar nama indah Maria Pia menjadi sebuah nama yang tak terhapuskan
dari setiap hati yang mencintai dan mengenal kehidupannya karena nama
itu telah diukir indah dan
dimeteraikan dengan tinta EMAS dalam setiap hati dan nubari. Kemarin, hari ini dan besok nama itu akan
semakin indah karena nama itu menjadi nama sebuah LEMBAGA PENDIDIKAN ANAK USIA
DINI (PAUD) di komunitas CSV Kupang yang sudah mulai berjalan dari tanggal 02
Oktober 2012 dengan jumlah murid sebanyak 14 orang yang terdiri dari 10 anak laki –laki dan 4 anak perempuan. anak – anak
tersebut dari keluarga TNI dan
POLRI. PAUD Maria Pia melaksanakan
kegiatan dari hari senin sampai hari jumat.
Hal utama yang di perhatikan dan diutamakan dalam seluruh kegiatan
dari lembaga pendidikan ini selain dari segi kognitif dan motorik tetapi
juga dari segi
spirituil untuk mencari dan menemukan
yang hilang serta rela berbagi dalam kesederhanaan tanpa
memandang wajah dan latar belakang. Mohon doa dan dukungan untuk PAUD MARIA PIA agar berkembang sesuai rencana dan kehendak Allah yang Kuasa. Sr. Femy,CSV
Sabtu, 26 Januari 2013
Mengikrarkan kaul-kaul suci
Mengikrarkan kaul-kaul suci dalam Kongregasi Suster- Suster Wajah Kudus untuk mencari , menemukan
dan melayani Tuhan dalam diri sesama.
Menyerahkan diri seutuhnya bagi Tuhan yang lebih dahulu
telah mengasihi
manusia, mencarinya untuk menyelamatkannya.
Membiarkan diri dibentuk
oleh Sang Pencipta agar semakin hari semakin
menjadi serupa.
Profisiat sr.
Emiliana
Langganan:
Postingan (Atom)
