Translate

Kamis, 02 Januari 2014

Suster Wajah Kudus belajar berkomunikasi dan berbagi pengalam

FUNGSI KOMUNIKASI
1.  KONTROL
Berusaha bersikap rendah hati, peka, hati-hati dan bertanggung jawab dalam laksanakan tugas, melakukan tugas dengan sepenuh hati, terbantu untuk bisa membatasi diri, tidak menunda-nunda tugas/pekerjaan, berkomunikasi dengan pimpinan sebagai pihak yang bertanggung jawab, kepercayaan dari kongregasi dilaksanakan dengan senang hati, kontrol diri dalam bertindak-bersikap-bertutur kata, tugas/karya terkoordinasi dengan baik dengan pimpinan termasuk bila ada hal-hal mendesak, mendengarkan sebelum menanggapi (berbicara dan bertindak) menyangkut tugas dan kepercayaan yang diberikan agar tetap terarah sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan.
Kesulitan/hambatan: menghadapi situasi baru, karakter berbeda dari orang yang dilayani, kadang alami kesulitan untuk melebur/bersosialisasi dengan orang lain, kadang lebih perhatikan tugas pribadi dari pada komunitas.

2.  INFORMASI
Menyimak kembali ilmu yang diperoleh (membaca) untuk mengembangkan tugas/kepercayaan/tanggung jawab, memperoleh informasi dari yang bertanggung jawab agar dapat melaksanakan, saling bagi informasi dan masukan-masukan sesama anggota komunitas yang menambah pengetahuan yang berkaitan dengan tanggung jawab, diperkaya oleh informasi (pastoral, tugas-tugas, dll) dari teman-teman, informasi lewat sarana komunikasi yang ada merangsang kreativitas dalam diri, informasi yang diperoleh lewat sarana komunikasi mendorong pengembangan bakat dan potensi pribadi, wawasan tentang tugas, dunia umumnya, kehidupan rohani dan kongregasi, membagi juga informasi yang diperoleh kepada anggota komunitas sebagai kesempatan belajar, tambah wawasan dan pengetahuan
Kesulitan: bila tidak ada informasi, bisa membingungkan; kurang siap menerima masukan, terbatasnya sarana untuk tugas-tugas tertentu (buku-buku, internet), informasi belum secara memadai untuk diakses, karena kemudahan memperoleh informasi lewat media komunikasi yang canggih kadang menimbulkan ‘mental enak’.
3.  MOTIVASI
Sarana komunikasi yang ada (hp) membantu memperlancar tugas/kegiatan ingin membagi dari diri (sesuai kemampuan), punya semangat dan daya juang tinggi untuk melakukan tugas, ada kemauan dan perjuangan dari dalam diri untuk laksanakan tugas, mengembangkan rasa percaya diri, terima tanggung jawab sebagai rahmat, makin rasa memiliki komunitas, terbinanya persaudaraan, tetap semangat dalam jalankan tugas, motivasi diri tetap berkobar dalam melayani sesama (teristimewa yang menderita).
Hambatan: saat ditolak untuk melakukan/meminta sesuatu, kurang kerja sama, kadang timbul rasa putus asa, letih bila situasi/hal yang kurang mendukung, jenuh, rasa kurang mampu, kurang percaya diri, takut/kurang berani, agak malas, kadang beda pendapat/persepsi menimbulkan ketidakcocokan.
4.  EKSPRESI
Tampilkan diri apa adanya, dorongan dari dalam diri untuk terbuka dan jujur, dengan membagi pengalaman merasa diteguhkan, mau bagi pengalaman keberhasilan dengan yang lain; kesempatan untuk koreksi/perbaiki diri, mendapat sms yang meneguhkan, telpon teman-teman, berbagi kesulitan/pengalaman stress dengan rekan sekomunitas, bahagia/sukacita bisa jalankan tugas dengan baik, mengungkapkan rasa syukur dan memohon kekuatan dalam doa, meminta masukan dari rekan sekomunitas agar tetap mau berjuang untuk diri juga sesama/ orang lain yang  sedang dalam kesulitan/ada persoalan, ada kesempatan untuk bermenung diri, dorongan dan semangat yang ditumbuhkan oleh rekan sekomunitas lewat teguran dan nasihat yang meneguhkan, merasa diterima satu sama lain, ada perhatian dan teguran persaudaraan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar